Sebut saja Sutejo ia adalah orang yang bisa dikatakan sebagai orang miskin di kotanya.Suatu malam yang sangat cerah ia pergi ke pesta ulang tahun temannya yang bernama Cuplis, Cuplis adalah teman Sutejo yang sangat kaya raya .Di tengah keramaian pesta Cuplis membacakan sebuah sayembara yang berisi:”Barang siapa yang bisa menyaberangi kolam renang yang telah disediakan maka ia akan mendapatkan seluruh harta yang saya punya”,usut punya usut Cuplis adalah orang yang tidak mempunyai sanak saudara satu pun maka dari itu ia membuat sayembara untuk memberikan seluruh hartanya .Setelah pengumuman dibacakan oleh Iwank suasana pesta yang tadinya ramai menjadi heningdan diam tanpa kata, tidak ada sepatah kata pun keluar dari pengunjung.
“Tolong-tolong” tiba-tiba ada suara orang minta tolong yang sepertinya dari arah kolam renang dan ternyata suara orang minta tolong itu suara Sutejo, ia minta tolong bukan karena kedalaman kolam tersebut atau tidak bisa renang akan tetapi ia minta tolong karena di dalam kolam tersebut terdapat 25 ekor ikan piranha yang sangat lapar dan siap untuk menyantap daging lezat ala sutejo, 10 menit pun berlalu namun belum ada seorang pun yang menolong Sutejo,setelah 15 menit berlalu ia sudah berhasil menepi dan naik ke atas.
Begitu ia sampai di atas ia langsung bertanya “Siapa yang mendorong saya ke kolam tadi?” Belum sempat yang mendorong tadi mengaku,tidak lama kemudian Sutejo langsung pingsan mungkin karena ia merasa sangat takut dimakan ikan piranha.Setelah ia sadar ternyata ia sudah berada di sebuah rumah sakit dan dokter pun langsung memfonis Sutejo mengalami syok yang sangat berat sampai ia mengalami gangguan kejiwaan yang tinggi dan bisa dikatakan gila karena peristiwa tersebut. Dan akhirnya Sutejo dirawat di rumah sakit jiwa .Singkat cerita Cuplis sahabatnya mengunjungi Sutejo di Rumah Sakit Jiwa yang merawat Sutejo sang dokter pun langsung mengantar Cuplis ke kamar Sutejo, dan ternyata Sutejo sedang menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun dengan menghadap ke pengunjung (Cuplis) dan menyanyikan lagu airnya di obok –obok dengan mengganti ikannya pada mabok menjadi piranhanya pada mabok sambil menghadap ke tembok lalu Cuplis bertanya pada dokter “dok kenapa Sutejo kalau menyanyi selamat ulang tahun dia menghadap ke pengunjung dan bila bernyanyi airnya diobok-obok menghadap ke tembok ??” Belum sempat dokter menjawab Sutejo langsung berkata “kalau menghadap ke pengunjung itu side A dan kalau menghadap ke tembok itu side B tahu dasar gila lu masa gak tahu sih cara menyetel tape tuh gimana??. “.